Tentara Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

7 Tentara Paling Mengerikan dan Mematikan dalam Sejarah Manusia — Dalam sejarah peperangan dunia masa lampu, Ada waktu di masa lalu bahwa perang dianggap perlu dan kehancuran yang luas adalah konsekuensi tak terelakkan. Peperarangan tersebut tidak terlepas dari perjuangan para prajurit ataupun tentara untuk membela negaranya. pada ulasan kali ini kami akan bagikan beberapa Daftar nama ataupun pasukan orang-orang dari masa sekarang dan masa lalu yang telah membuktikan menjadi manusia paling efektif sekaligus mematikan dalam perang.

battlefield_soldier

Beberapa tentara yang mematikan dalam perang jarak dekat, sementara yang lain mampu membunuh dari jarak jauh. Terlepas dari itu semua orang dalam daftar ini telah mendapat gelar prajurit paling mematikan dalam sejarah manusia. Selengkapnya cek halaman berikut!

1. Dipprasad Pun

Lebih dari 30 tentara musuh dibunuh oleh Pun sendirian. Dia berperang melawan Taliban di wilayah Babaji. Tentara Gurkha ini meluncurkan 17 granat, menembakkan 400 peluru dan meledakkan sebuah ranjau. Semua dilakukan untuk menghentikan serangan Taliban. Itulah mengapa jumlahnya disebut lebih dari 30.

diiprashad pun

Kisah keberaniannya semakin menarik saat dia kehilangan seluruh amunisinya, Pun menggunakan tripod senapan mesinnya untuk membunuh seorang Taliban yang sedang memanjat dinding. Atas keberaniannya, Pun diberi penghargaan berupa medali kehormatan oleh Ratu Inggris. Meski bukan sebagai tentara yang paling banyak membunuh musuh dalam sejarah, Pun benar-benar pantas disebut salah satu tentara paling mematikan.

2. Sang Legenda Miyamoto Musashi

Selama hidupnya, Miyamoto Musashi, seorang samurai dari Jepang mengalahkan lebih dari 60 musuhnya dalam pertarungan hidup dan mati. Duel-duel yang dialaminya melibatkan para ksatria dengan kemampuan tinggi. Duel pertamanya mungkin yang paling menonjol. Dia memenangkan pertarungan itu saat usianya masih 12 tahun.

miyamoto musashi

Lawannya adalah seorang samurai dewasa terlatih. Kisahnya makin menarik ketika musuhnya itu menggunakan pedang tajam, sementara Musashi hanya memakai sebuah tongkat kayu. Sejak saat itu, hingga usianya 29 tahun, Musashi telah memenangkan lebih dari 60 pertarungan sampai mati dan juga bertarung dalam enam peperangan. Melihat angka tersebut, tak diragukan lagi Musashi telah membunuh lebih banyak lagi. Bahkan disebutkan di setiap pertarungannya, Musashi tidak mendapat luka lebih dari satu.

3. Carlos Norman Hathcock II

Dikenal sebagai “Gunny” dalam kesatuannya, Sersan Carlos Hathcock II Norman dikonfirmasi telah membunuh lebih dari sembilan puluh tentara musuh selama Perang Vietnam. Sebagai seorang sniper atau penembak jitu, ia sangat terampil dalam mengantisipasi gerakan musuh.

Carlos-Norman-Hathcock-II

Meskipun telah dikonfirmasi membunuh 93 musuh, jumlah sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Banyak yang percaya jumlah tersebut lebih dari 300. Konon, Gunny menembak korban pertamanya, tanpa benar-benar pernah melihatnya lebih dahulu. Ia malah melihat kilatan cahaya di pohon-pohon dan menembak apa yang dia pikir adalah seorang tentara musuh. Tembakan terkenal ini telah diadaptasikan dalam film seperti The Sniper dan Saving Private Ryan.

4. Klaudia Kalugina

Selama PD II, Uni Soviet sering melibatkan sniper wanita. Banyak yang percaya bahwa wanita lebih baik dalam hal menembak jitu dibanding pria. Klaudia adalah salah satunya yang bersedia berjuang demi Rusia untuk menghadapi pasukan tentara Axis saat usianya masih 17 tahun. Dari seluruh 2.000 sniper wanita Rusia, Klaudia adalah yang terbaik.

klavdia_kalugina_by_rossmum-d4rt1xb

Begitu terjun dalam perang, teman baiknya, Marusia Chikhvintseva, dibunuh oleh sniper Jerman. Inilah yang konon mendorong Klaudia menjadi pembunuh mematikan. Dia dilaporkan telah membunuh 257 tentara Axis. Sebagai perbandingan, sniper terbaik AS, Chris Kyle, diklaim membunuh 225 musuh.

5. Simo Hayha

Inilah sniper Finlandia yang berperang melawan Tentara Merah selama Pertempuran Kollaa. Ia dilaporkan menjadi sniper terbaik yang pernah hidup, menurut jumlah korban senapannya. Penggunaan taktik yang belum pernah terjadi sebelumnya memberinya keunggulan atas musuh-musuhnya. Dia selalu memakai seragam warna putih agar menyatu dengan salju.

simo hayha

Dia juga tak pernah memakai cover (karena pantulannya bisa membahayakan dirinya). Dia bahkan membiarkan salju masuk mulutnya sehingga nafasnya tidak akan terlihat. Dia dijuluki The White Death oleh musuhnya, karena telah membunuh 700 lebih tentara Soviet. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menyamai rekor Simo Hayha sebagai sniper dalam hal jumlah korban.

6. Pasukan Sniper Wanita Rusia

Uni Soviet memang merekrut banyak wanita untuk dilatih menjadi sniper dalam kesatuan tentaranya saat PD II. Para sniper wanita ini sebagian besar dipandang sebagai kontribusi yang sangat baik dalam perang. Daripada menyebutnya satu-satu, pasukan sniper berikut sudah cukup menggetarkan hati musuh-musuhnya.

pasukan sniper wanita russia

  • Sersan VN Stepanov: membunuh 20 musuh. Sersan JP Belousov: membunuh 80 musuh. Sersan AE Vinogradov: membunuh 83.
  • Kemudian Letnan EK Zhibovskaya: membunuh 24 musuh. Sersan KF Marinkin: membunuh 79 musuh. Sersan OS Marenkina: membunuh 70 musuh.
  • Ada juga Letnan NP Belobrova: membunuh 70 musuh. Letnan N. Lobkovsky: membunuh 89 musuh. Letnan VI Artamonov: membunuh 89 musuh. Sersan MG Zubchenko: membunuh 83 musuh.
  • Terakhir Sersan NP Obukhov: membunuh 64 musuh. Sersan AR Belyakov: membunuh 24 musuh.

Jika ditotal semua sniper wanita ini telah membunuh 775 orang, jauh lebih banyak dari kebanyakan sniper laki-laki dalam sejarah perang. Jumlah korban dari sniper wanita secara total selama perang adalah lebih dari 12.000 jiwa.

7. Sgt Dillard Johnson

Dengan jumlah musuh yang dibunuh mencapai 2.746, Johnson adalah tentara paling mematikan dalam perang. Selama bertugas di Irak, Johnson telah dikenal sebagai kombatan yang paling banyak membunuh tentara lawan.

dillard-johnson

Dia diklaim telah membunuh 2.746 tentara lawan selama bertugas di Timur Tengah. 121 di antaranya tewas karena aksi sniping. Namun ada perdebatan tentang akurasi jumlahnya karena beberapa rekannya mengatakan ada tentara lawan yang tewas karena bunuh diri. Tak diragukan lagi, prajurit AS ini telah membunuh sangat banyak musuh.