Sejarah Batu Akik dan Asal Usulnya

Sejarah Lengkap Batu Akik dan Asal-usul Terbentuknya — Belakangan ini Masyarakat indonesia sedang demam, eits tapi bukan demam sakit yaa, tapi demam disini sebagai istilah akan mendadak populernya Batu akik oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Bagi kalian yang saat ini sedang hobi banget mengkoleksi batu-batu mulia ini, apakah sudah tau bagaimana asal usul serta sejarahnya? nah, kalo belum simak yuk ulasannya di bawah ini.

batu akik

Batu Akik (istilah lainnya adalah agate stone) atau yang sering disebut sebagai batu bertuah, memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Dan masing-masing orang berbeda dalam mendiskripsikannya. Batu akik merupakan seni mahakarya yang luar biasa, batu ini merupakan seni dari alam yang berupa fosil, dan pembentukan mineral yang berpadu menjadi sebuah batu permata atau batu akik. Batu akik sering digunakan sebagai permata cincin, permata kalung dan disandingkan dengan logam mulia seperti emas dan perak. Batu akik memiliki nilai jual yang tinggi.

Masyarakat percaya bahwa batu akik mampu memberikan keuntungan bagi pemakainya. Di pasaran, batu akik yang dipasarkan berupa batu yang berasal dari berbagai negara di penjuru dunia. Di Indonesia sendiri memiliki beragam jenis batu akik yang juga mempunyai nilai jual yang tinggi. Batu permata yang paling diminati oleh masyarakat adalah jenis permata misalnya zamrud, ruby, dan berlian dimana batu-batu ini merupakan batu mulia yang diagungkan.

Asal Usul Batu Mulia

Batuan mulia merupakan anggota elite dari mineral alam. Disebut elite karena dari sekitar 3.000 jenis mineral di Bumi, hanya terdapat 150-200 yang bisa digolongkan jenis batu mulia. Indyo Pratomo, geolog dari Museum Geologi Bandung, mengatakan, sebagaimana mineral alam lainnya, pembentukan batu mulia terjadi melalui proses geologi sebagaimana batuan lainnya, misalnya melalui diferensiasi magma, metamorfosa, atau sedimentasi.

Awalnya adalah aktivitas dapur magma di perut Bumi. Batuan cair bersuhu di atas 1.000 derajat celsius ini terus bergerak dalam selubung atau mantel Bumi. Di luar mantel ini adalah lapisan kerak Bumi, yang tersusun dari lempeng-lempeng yang terus bertumbukan dan menyisakan banyak retakan. Tekanan yang kuat dari dalam cenderung mendorong magma untuk mencari jalan keluar ke permukaan.

Ketika cairan superpanas dan bertekanan tinggi ini mulai naik, cairan ini akan melarutkan berbagai batuan lain yang telah ada. Terjadilah proses pelarutan atau ubahan hidrotermal.

Intan merupakan batuan yang terbentuk di lapisan luar mantel Bumi, di kedalaman hingga 161 kilometer. Di kedalaman ini, tekanan mencapai 4 gpa dan suhu hingga lebih dari 1.350 derajat celsius. Tekanan yang luar biasa kuat dan suhu yang luar biasa panas kemudian mengubah mineral karbon anorganik di kerak Bumi (beda dengan karbon organik yang membentuk batubara) yang dilewati hidrotermal ini menjadi kristal intan.

Kebanyakan intan yang kita temukan sekarang merupakan hasil pembentukan proses jutaan-miliar tahun yang lalu. Erupsi magma yang sangat kuat membawa intan-intan tersebut ke permukaan, membentuk pipa kimberlite, penamaan kimberlite berasal dari penemuan pertama pipa tempat intan berada tersebut di daerah Kimberley, Afrika Selatan.

Intan merupakan bagian dari batuan mulia yang memiliki keistimewaan karena kekerasannya. Dalam jajaran batu mulia, skala kekerasan intan mencapai 10 mohs, disusul batuan safir dan rubi (mirah delima) yang mencapai 9 mohs, zamrud mencapai 7-8 mohs. Batuan akik atau yang dalam istilah gemstone digolongkan sebagai batuan setengah mulia memiliki kekerasan kurang dari 7 mohs.

Berbeda dengan intan, batuan akik terbentuk saat larutan hidrotermal semakin mendingin karena semakin dekat permukaan. Sambil berjalan ke atas, dia mengisi rekahan dan pori-pori batuan, dan bahkan mengisi fosil kayu sehingga membatu. “Batuan akik terbentuk oleh tudung-tudung silika atau larutan hidrotermal, yang tidak terlalu jauh dari permukaan. Temperaturnya kira-kira 300 derajat celsius,” kata Sujatmiko, geolog yang juga Sekretaris Jenderal Masyarakat Batu Mulia Indonesia.

Menurut Sujatmiko, batuan akik ini bisa ditemui hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya Jakarta tidak mempunyai batuan akik. Sementara intan, sejauh ini hanya ditemukan di Kalimantan. “Intan yang ditemukan di Kalimantan sejauh ini bukan berasal dari intinya, melainkan batuan intan yang dari sumber sekunder yang diendapkan atau dibawa oleh air dari tempat lain. Para geolog sudah sejak zaman Belanda memburunya, tetapi tidak ketemu sumber primernya seperti yang ditemukan di Kimberley,” katanya.

Kekayaan batuan mulia dan setengah mulia ini karena aktivitas geologi Indonesia sejak jutaan tahun lalu. Sejauh ini, aktivitas geologis tertua di Indonesia yang terlacak terjadi sekitar 400 juta tahun lalu, ditemukan dari fosil sejenis kerang yang berada di puncak gunung-gunung di Papua. Ini menandai adanya aktivitas tektonik luar biasa sehingga bisa mengangkat dasar laut hingga membentuk pegunungan tertinggi di Indonesia.

Kerajinan Batu Akik

Bukan hanya kayu dan logam yang dapat dibentuk menjadi kerajinan. Batu yang merupakan benda padat yang secara geologi merupakan pembentukan dari mineraloid, juga mampu menjadi sebuah seni yang sangat diminati oleh mayarakat baik kaum pria maupun wanita. Batu ini memiliki berbagai ragam warna dan berbagai tekstur yang mampu memberi sensasi indah tersendiri jika dipandang mata. Para pengrajin batu akik terbiasa mendesain batu sebagai permata dari sebuah cincin, kalung, anting dan gelang. Namun jangan salah, batu akik tidak hanya digunakan sebagai perhiasan semata yang mampu memberi keanggunan bagi pemakainya.

Daerah pengrajin batu akik tersebar di seluruh Indonesia. Hasilnyapun berbeda dari masing-masing daerah. Ini dikarenakan struktur dari bebatuan yang berbeda dari daerah penghasil batu tersebut. Sebagai contoh beberapa daerah pengrajin batu akik yang terkenal di Indonesia adalah Kalimantan dengan batu Amethyst-nya selain intan, Banten dengan batu Kalimaya-nya, Sumatera batu akik Barat dengan batu Sungai Dareh-nya, Kep. Halmahera dengan batu Bacan-nya, dan beberapa daerah lainnya seperti Garut, Sukabumi, Pacitan adalah hanya beberapa contoh daerah penghasil batu akik yang terkenal di Indonesia.

Seiring perkembangan teknologi dan perkembangan gaya hidup manusia, batu akik, selain dibuat perhiasan seperti cincin atau kalung, juga sering digunakan sebagai pernik-pernik dari sebuah desain baju. Jika pada dasarnya yang dibuat kerajinan dan bangunan adalah jenis batuan metamorf batuan koral, atau batuan kapur. Jenis batu akik atau batu mulia juga mampu didesain menjadi hiasan yang luar biasa indahnya, harga jual dari batu akik jugalah sangat fantastis tergantung dari corak, jenis dan kelangkaan batu itu sendiri. Batu akik merupakan batu tersulit pembentukannya setelah batu berlian perlu waktu dan proses yang sangat lama. Batu ini dibuat tentunya sesuai dengan permintaan pasar yang ada. Masyarakat biasanya menyukai batu akik karena hanya ingin memiliki saja, karena suka dengan bentuk, dan suka dengan warnanya yang menarik namun sebagian percaya batu akik memiki mistis yang terkandung di dalamnya.

Energi dari Batu Akik

Batu akik dipercaya memiliki pengaruh bagi pemakainya. Batu tersebut pula dipercaya membentuk suatu energi dan penyalur energi bagi pemakainya sehingga kerap kali disebut batu bertuah. Berdasarkan dari pembentukannya batu akik memiliki bentuk yang beragam sebelum didaur ulang oleh para pengrajin. Bentuk batu akik bisa berupa bulatan, lonjongan, piramid maupun bangun ruang persegi. Dan untuk warna batu akikpun memiliki warna yang beragam, dari warna merah, kuning, hijau, biru dan perpaduan antara warna-warna yang ada.

Energi dari batu ini akan menyesuaikan diri dengan penggunanya, tidak secara langsung batu akik menunjukkan khasiatnya, namun pada pemakaian yang terus menerus akan memberikan perwujudan dari fungsi atau khasiat batu itu sendiri. Sebagai manusia yang beragama, tentunya kita tidak boleh menyerahkan dan mengagungkan batu akik karena beberapa khasiatnya. Yang harus kita tetap pegang teguh adalah bagaimana Tuhan melindungi kita, dan bukan batu akik.

Konon, batu akik memancarkan energi karena batu ini merupakan batu alam yang dalam pembentukannya memerlukan waktu ribuan bahkan ratusan tahun dengan proses alam dalam pembentukannya. Jadi energi yang dipancarkan dari batu tersebutpun merupakan energi alam yang mampu memberi suatu keajaiban magis yang konstektual. Batu akik juga dipercaya memberi energi yang berkaitan langsung dengan kepribadian secara fisik maupun emosional seseorang.