Peristiwa Tragis Crane Jatuh di Mekkah

Penyebab Peristiwa Tragis Crane Jatuh di Masjidil Haram Mekkah — Pada musim haji tahun ini, Jumat (11/9) petang publik di seluruh dunia mendadak terkejut. Sebuah kabar kurang menyenangkan datang dari Mekah, Arab Saudi. Masjid Suci umat Islam di seluruh dunia, Masjidil Haram mengalami musibah jatuhnya crane konstruksi pembangunan pada sore kemarin. Setidaknya dalam laporan terakhir menyebutkan ada 107 jamaah tewas.

peristiwa tragis mekkah

Tak hanya itu, 238 lainnya dilaporkan dalam kondisi luka-luka. Dari seluruh korban itu, tercatat ada seorang jamaah asal Indonesia yakni Masnauli Hasibuan yang menjadi korban meninggal dunia. Robohnya crane ini memang begitu menyedihkan, mengingat puncak ibadah Haji bakal datang 10 hari lagi.

Dengan segera foto-foto dan video mengenai tragedi mengerikan ini langsung tersebar di jejaring sosial. Dari foto-foto itu kamu bisa melihat betapa crane besar itu roboh di antara Masjidil Haram yang memang tengah melakukan pembangunan. Tubuh-tubuh dan darah berserakan terlihat semakin membuat miris saja. Tentu kamu bertanya-tanya, apa yang menyebabkan crane raksasa itu jatuh, apakah kesalahan manusia?

Jika anda termasuk yang menyalahkan pemerintah Arab Saudi karena meletakkan crane raksasa di Masjidil Haram dan tidak melakukan pengecekan rutin, maka itu salah besar. Karena salah seorang saksi yang berada di Masjidil Haram menyebutkan jika cuaca buruk yang kini tengah melanda Mekah adalah penyebab crane itu jatuh, seperti dilansir CNN.

Penyebab Jatuhnya Crane Tower Di Masjidil Haram

Jumlah korban meninggal akibat crane yang jatuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, telah mencapai sedikitnya 107 orang. Musibah ini dinilai terjadi karena faktor alam. “Angin kencang berkecepatan 83 km/jam dan hujan deras merupakan penyebab insiden,” kata Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr yang, yang dikutip BBC, Sabtu (12/9/2015).

Saksi Mata Peristiwa

“Saat itu kami hendak wudhu dan siap ke Masjidil Haram untuk melakukan salat Maghrib. Cuaca di Mekah memang tengah buruk. Sebelumnya badai pasir melanda Mekah yang kemudian mendadak berubah menjadi hujan badai. Semua penutup alat konstruksi terlepas dan bertebaran begitu saja. Kondisi sangat mengerikan dan alat-alat berat bergerak sendiri karena kuatnya badai, sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Semua orang langsung berlarian meninggalkan lokasi crane itu roboh,” ungkap Yahya Al Hashemi, iReporter CNN yang merekam video jatuhnya crane.

penyebab crane jatuh di mekkah

crane jatuh di mekkah

crane jatuh di mekkah 1

Foto dari tempat kejadian memperlihatkan, alat crane berwarna merah dan besar jatuh menembus atap masjid. Insiden itu terjadi saat jemaah tengah mengikuti salat Jumat.  Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr menambahkan, penyelidikan akan dilakukan untuk meninjau kerusakan dan tingkat keselamatan di sekitar Masjidil Haram.

Sementara menurut keterangan resmi Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, korban terus bertambah sejak crane itu jatuh pada Jumat 11 September 2015, pukul 17.23 waktu setempat. Hingga Sabtu dini hari, jumlah korban meninggal telah melampaui 100 orang. Dari jumlah itu, 2 orang merupakan WNI. Keduanya bernama Masnauli Hasibuan dari embarkasi Medan (MES 09) dan Siti Rasti Darmini dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 03).

Adapun korban cedera secara keseluruhan mencapai lebih dari 230 orang. Tercatat 32 orang di antaranya adalah WNI. Mereka dirawat di Rumah Sakit An Nur, Rumah Sakit Jahir, dan Rumah Sakit King Abdullah.

Duka Cita

Melalui keterangan pers dari Tim Komunikasi Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di Masjidil Haram. Presiden menjelaskan, telah mendapat kabar adanya musibah itu saat baru tiba di Jeddah. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi bermaksud menjenguk langsung para korban di RS An Nur, tempat para korban musibah Masjidil Haram dirawat.

“Tapi atas berbagai pertimbangan, di antaranya pertimbangan masalah keamanan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, tidak bisa menjenguk malam ini dan memerlukan waktu koordinasi yang cukup panjang,” ujar Pramono.

Kunjungan Presiden ke Jeddah ini merupakan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden ke Timur Tengah selama 5 hari. Arab Saudi merupakan negara pertama yang dikunjungi. Setelah bermalam 2 hari, Jokowi akan melanjutkan lawatannya ke Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Tak hanya Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Mekah tersebut. Hal itu dituangkan dalam cuitannya, @Pak_JK.

“Innalillahi waina ilaihi rojiun Duka cita mendalam bagi para korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram Makkah,” @Pak_JK.

Karena insiden ini, lebih dari 50 tim penolong dan 80 ambulans disiagakan oleh Kementrian Pertahanan Arab Saudi untuk melakukan evakuasi. Hujan badai dahsyat memang terjadi di Mekah sejak pukul 16.00 sore kemarin. Karena badai itu, hembusan angin yang kuat membuat Mekah kacau dan suhu mendadak turun drastis dari biasanya 42 derajat celcius menjadi 25 derajat celcius. Sungguh, Tuhan pasti punya rencana mengapa musibah ini terjadi.