Peristiwa Kebakaran Hutan Terparah di Indonesia

Peristiwa Kebakaran Hutan Terparah di Indonesia — Peristiwa kebakaran hutan di Indonesia ini termasuk paling sering, Indonesia berada di wilayah tropis maka tak heran jika sebagian besar wilayah daratnya dipenuhi dengan hutan hujan tropis. Sayangnya, hutan-hutan yang luas tersebut berulang kali mengalami kerusakan akibat bencana kebakaran.

kebakaran hutan

Seharusnya hutan dapat dijadikan sebagai “tabungan kehidupan masa depan” bagi seluruh umat manusia. Sebab, kandungan air tanahnya yang melimpah, kandungan oksigennya yang tinggi, kandungan kayunya yang banyak, serta berbagai kekayaan lainnya yang ada di dalam hutan begitu bermanfaat bagi kehidupan umat manusia ke depannya. Banyak orang yang mengatakan jika hutan adalah jantung oksigen dunia. Namun sayangnya, karena berbagai ulah tak bertanggung jawab manusia, hutan pun akhirnya terlahap habis oleh amukan si jago merah, sehingga menimbulkan suatu bencana.

Dan Mirisnya, terkadang bencana itu diakibatkan oleh ulah tangan manusia sendiri. Seperti yang terjadi baru baru ini. Dari Agustus 2015, tercatat ada sekitar 720 titik api yang tersebar di hutan Sumatra. Ternyata sebelumnya hutan Indonesia sempat mengalami beberapa kali kebakaran yang bisa dibilang sangat parah. Ingin tahu lebih lanjut? Berikut ini ulasannya.

1. Kebakaran Hutan Tahun 1982

Sebenarnya, permasalahan tentang kebakaran hutan sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya aturan-aturan tertulis baik pada masa kerajaan-kerajaan maupun pada masa Hindia Belanda.

Melalui bukunya, Bowen dkk mengungkapkan bahwa antara tahun 1982 hingga 1983 Indonesia mengalami kemarau panjang. Hal itu memicu munculnya titik api di wilayah kalimantan Timur hingga menyebabkan bencana kebakaran. Sedikitnya ada 3,2 juta hektar hutan yang rusak dengan kerugian mencapai lebih dari 6 trilyun rupiah.

2. Kebakaran Hutan Tahun 1997

Setelah kebakaran di tahun 1982, terjadi lagi beberapa kebakaran di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Tapi yang paling parah terjadi di tahun 1997 akibat kemarau panjang dan aktivitas manusia yang mengubah fungsi hutan menjadi lahan perkebunan.

Tak tanggung-tanggung, kebakaran terjadi hampir di seluruh hutan di Sumatra dan Kalimantan. Kerugian tak hanya karena degradasi dan deforestasi hutan Indonesia saja, tapi juga karena asap tebal yang menyebabkan ribuan orang terkena masalah kesehatan. Benacan ini menelan kereguan hingga USD 1.62 hingga 2,7 miliiar. Belum lagi kerugian terkait emisi karbon yang mencapai USD 2.8 miliar.

3. kebakaran Hutan Riau Tahun 2014

Kebakaran hutan yang terjadi di bulan Febuari 2014 yang lalu adalah bencana besar yang tak kalah parah dengan bencana di tahun 1997. Kebakaran hutan di Riau terjadi akibat ulah manusia yang terus membuka lahan hutan dengan cara dibakar.

Akibatnya, tak hanya kerugian yang ditaksir mencapai 20 trilyun rupiah, tapi asap dari kebakaran tersebut juga membuat lebih dari 49.000 warga mengalami infeksi pernafasan. Sebelumnya, di tahun 2013 pernah juga terjadi kebakaran bahkan dampak asap tebal bisa sampai ke Singapura dan Malaysia.

4. Kebakaran Hutan Di Sumatra Tahun 2015

Kini kebakaran hutan kembali melanda Sumatra dan Kalimantan. Kemarin dari Bulan Agustus 2015 saja sudah ada sekitar 966 titik api yang terdiri dari 720 titik api di Sumatra dan sisanya 246 titik api ada di Kalimantan. Titik api paling banyak ditemukan di Provinsi Sumatra Selatan sebanyak 317 kemudian disusul oleh Jambi 247, Riau 94, Lampung 21, Bengkulu 7, Babel 26, Sumatra Barat 4, dan Sumatera Utara 3.

BNPB bersama tim gabungan penanggulangan bencana kebakaran hutan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, BNPB, BPPT, MPA dan lainnya terus berupaya memadamkan kebakaran mereka mengerahkan tiga pesawat terbang untuk operasi hujan buatan dan 6 helicopter pemboman air.

Itulah empat kebakaran hutan paling parah yang terjadi di Indonesia. Hutan adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya. Selain kaya akan sumber daya alam, hutan juga menghasilkan udara bersih yang kita hirup sehari-hari. Maka jika hutan mengalami kebakaran maka dampaknya bisa jadi tak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia saja, tapi juga negara-negara lainnya.

Harapannya pemerintah maupun masyarakat dapat lebih sadar untuk menjaga hutan dan tidak sembrono membuka hutan untuk lahan pertanian maupun perkebunan. Jika sudah terjadi kebakaran, tentu akan banyak orang yang merasakan dampaknya. baik kerugian secara finansial maupun kesehatan.